Refreshing

Refreshing
Keindahan sawah :D

Senin, 25 Februari 2013

Sinopsis Novel



Sinopsis Novel
Tidak Hilang Sebuah Nama
Karya : Galang Lutfiyanto

                        Ada 2 orang bersaudara kembar, dulunya mereka sangat mirip. Tapi sekarang sangat berbeda. Karena kejadian kebakaran itu, mengakibatkan wajah si gadis itu melepuh. Disebuah apartemen kota Melbourne mereka tinggal bersama. Gadis itu sangat kecewa, dia menganggap Allah tidak adil karena si wanita saudaranya itu tidak mengalami kejadian yang seperti menimpanya. Si wanita itu terlihat cantik lebih dari gadis itu yang terlihat buruk rupa. Gadis itu sangat iri ketika melihat saudara kembar nya selalu diantar pulang oleh seorang laki-laki yang bernama Arif .

                        Pada suatu malam, Andrew yang bekerja sebagai supir taksi itu ketika sedang menyetir mobilnya tiba-tiba ia berhenti mendadak. Ada seorang laki-laki mabuk yang sedang menyeberang berbelok-belok di depan mobilnya. Lalu ia keluar dari mobil nya dan membantu deorang laki-laki itu untuk menyeberang karena terdapat antrian kendaraan yang panjang di belakang mobilnya. Ia segera kembali ke mobilnya dan bergegas pulang. Istrinya Julie menunggu nya di rumah. Ketika ia masuk ke pintu rumahnya, Julie dan kedua anak kembarnya Odive dan Oliev menyambut kedatangannya dengan senang. Odiev dan Oliev sangat manja kepada papa nya. Mereka berdua di gendong oleh papanya ke tempat tidur, tetapi mereka berdua tidak langsung tertidur. Namun mereka menagih janji papanya yang akan mengajak mereka ke taman besuk .

                        Keesokan hari nya satu keluarga itu pun pergi ke taman untuk piknik. Mereka sangan senang. Ketika di sana, Andrew melihat ada sesosok laki-laki yang kemarin mabuk tertidur di kursi taman. Ternyata benar seorang laki-laki itu yang ditemuinya pada sa’at ia menyeberang tepat di depan mobilnya. Andrew kasian terhadap orang tersebut. Andrew juga mendapatkan tawaran pekerjaan di luar kota. Ia menyetujuinya, tetapi istrinya kurang setuju menyangkut masa depan anaknya yang akan jauh dari kasih sayang seorang papa.

                        Julie panik ketika suaminya belum menyusulnya kerumah sakit karena ia mau melangsungkan persalinan. Tidak lama kemudian Andrew datang dan mencium kening istrinya. Andrew sangat gugup karena ia baru pertama kalinya menemani persalinan istrinya. Dokter telah memulai persalinan Julie, Andrew berusaha menenangkan istrinya dengan memegang tangan Julie. Julie tidak bisa menahan sakitnya persalinan tersebut, karena harus mengeluar kan dua bayi dari dalam rahimnya. Setelah lama akhirnya kedua bayi itu pun lahir dengan selamat. Julie dan Andrew berfikir bahwa mereka tidak bisa membiayai kedua anak kembarnya. Tetapi fikiran itu hilang seketika karena mereka percaya bahwa anak kembarnya itu merupakan anugerah terindah yang telah di berikan Tuhan.

                        Andrew ingin melamar pekerjaan di kota Warrandyte tetapi ia belum memperoleh ijin dari istrinya. Beberapa hari terakhir Julie lebih sering menangis karena ia akan ditinggal suaminya bekerja adi luar kota. Akhirnya dengan berat hati Julie setuju dan mendukung semangat suaminya untuk bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya. Andrew pergi untuk melakukan tes pelmar pekerjaan. Akhirnya Andrew lolos tes. Ia mengunjungi beberapa tempat yang indah dikota Warrandyte. Ia berfikir akan mengajak Julie istrinya, Odive dan juga Olive tinggal disana. Andrew mencari beberapa rumah yang di sewakan. Ketika melewati jalan yang curam, Ia hampir saja bertabrakan dengan truk yang ada di depan mobilnya dengan jarak yang begitu dekat. Kedua kalinya ia menyetir namun masih saja melamun tentang istri dan anak-anaknya, lalu ia tidak bisa menghindari mobil yang ada di depannya dan malah membanting setir mobilnya. Akhirnya Andrew jatuh ke jurang di sekitar perbukitan di desa Lilydale.

                        Malam itu, polisi langsung datang kerumah keluarga Andrew. Julie terkejut karena tiba-tiba ada polisi datang kerumahnya. Ia panik dan jantung nya berdebar-debar. Polisi itu menceritakan bahwa Andrew suaminya itu telah meninggal karena kecelakaan. Julie sangat terpukul dan sedih. Lalu badannya terlihat lemas dan jatuh ke lantai tak sadarkan diri. Sayup-sayup ia juga mendengar jeritan si kembar.

                        Olive bekerja di sebuah klinik psikologi. Ia menjadi asisten dokter Nielsen Stark. Olive  sudah biasa menerima pasien gangguan psikolog. Tetapi orang ini agak aneh. Dari pandangan Olive dan Dokter Nielsen, Mr.Byrne itu mengidap Necrophilia atau Paedophilia. Penderita Paedophilia  akan merasa puas bila melakukan hubungan seksual dengan anak-anak. Sedangkan Necrophilia adalah dengan orang meninggal. Olive sangat terkejut dan takut jika benar Mr.Byrne itu seorang pengidap kedua penyakit itu. Keesokan harinya Mr. Byrne datang ke klinik, bukan untuk mencari dokter Nielsen tetapi ingin berkenalan dengan Olive. Olive diajak makan siang tetapi ia menolaknya. Yang kedua, Olive diajak makan malam, tetapi ia juga menolaknya. Akhirnya Mr. Byrne menanyakan alamat Olive dan Olive mencatatkannya. Perasaan Olive makin takut, Ia pun menelfon Arif untuk segera menjemputnya malam ini. Olive tiba di apartemen, ia menceritakan kejadian tadi pada Odive. Tetapi seperti biasa Odive hanya diam dan tak berkomentar. Olive gemetar ketika telefon rumahnya berbunyi. Kriiing ! ternyata yg menelfon Dr.Stark. Ia memberitahu Olive bahwa pasiennya besuk minta di antarkan ke Rumah Sakit.

                        Keesokkan harinya, Dr. Stark dan Olive berbincang-bincang. Mereka menyinggung Odive juga. Olive sudah lama menabung untuk membiayai operasi plastik Odive serta memberikan kejutan sa’at ulang tahunnya. Setelah lama, waktunya Olive pulang ke apartemen. Lagi-lagi ia dijemput oleh Arif. Setiap hari Olive membelikan Bunga Dandelion, roti kering dan majalah Dolly edisi terbaru untuk Odive. Olive juga bercerita kepada Arif bahwa 3 hari lagi wajah Odive akan dioperasi. Didalam hati Arif ia sangat kagum dengan segalanya dari Olive, cantik, baik, cerdas dan juga penuh pesona. Lalu, Olive sendiri tidak menginginkan hadiah dari siapapun. Karena ia menyadari tak akan ada orang yang meberikan itu. Karena Olive sudah mendapatkan hadiah setelah ia mengenal Islam. Awalnya ketika Olive kuliah di Fitzroy University ia berteman dengan Fateema, gadis kebangsaan Pakistan. Dulu Olive menjadi gadis yang sangat disegani oleh para lelaki karena kecantikannya. Tetapi lama-lama ia risi terhadap sikap teman-temannya. Ia selalu diajak berfoya-foya dengan teman lelakinya dan akhirnya ia capek dengan keadaan yang ia lakukan ini. Ia mulai membaca buku-buku tentang Islam yang ia pinjam dari Fateema. Fateema juga mengajak Olive pergi ke Islamic Center untuk mendengar pengajian. Dan akhirnya hati Olive terketuk dan ingin masuk Islam. Tetapi ia belum siap memakai jilbab. Fateema pamit kepada Olive karena ia ingin kembali ke negeri asalnya. Fateema memberikan kenag-kenangan kepada Olive jilbab warna merah jambu dan di pakaikanpada Olive. Disini Olive terus mempelajari tentang Islam dengan di bimbing oleh Arif teman kuliahnya juga. Setelah lama kelamaan Olive mantap ingin masuk Islam. Dan menurutnya Islam adalah kado terbaik dan terindah yang Allah berikan kepadanya.

                        Olive tiba di apartemen, Ia segera mengambil surat dari kotak pos. Ternyata Fateema yang mengirim. Sampailah ia di kamarnya, Olive melihat Odive berdiri di dekat jendela dan memberikan senyum untuknya. Olive heran. Olive mengira Odive sedang bahagia. Kilat menyambar, Pisau yang dibawa Odive terjatuh. Jarak antara keduanya sangat dekat. Olive berusaha menjauh tetapi Odive semakin mendekat, Olive terjatuh dan Odive berhasil menyayat kaki Olive dengan pisau tajamnya , darahnya berceceran. Olive berusaha menjauh lagi tetapi Odive makin medekat. Diantara mereka saling bergulingan , Olive sangat takut tapi ia masih mempunyai satu senjata yaitu merica bubuk. Dan di sambarkan ke Odive. Tetapi gerakannya sama-sama cepat. Maka pipi Olive juga sudah dilukai oleh pisaunya. Odive langsung lari kekamar mandi karena matanya memerah dan kesakitan. Odive membersihkannya. Setelah itu ia melihat keadaan Olive. Ternyata Olive meninggal karena sayatan di pipi Olive terlalu lebar dan banyak mengeluarkan darah. Odive menyesal telah membunuh saudara kembarnya. Ia merasa tidak sengaja , sebenarnya Odive hanya ingin membuat sayatan di pipi Olive agar sama dengannya tapi Olive berontak dan terjadilah. Odive segera menyeret Olive ke kamar mandi dan meletakkannya ke bath tub, menyalakan kran serta memberikan formalin agar bau busuk tidak menyengat. Odive menemukan formulir Freemasons Hospital atas namanya di tas Olive. Ia akan di operasi 3 hari lagi. Ia akan cantik seperti sediakala. Ia senang sekali sampai melampiaskan dengan berloncat-loncat diatas kasur tempat tidurnya.

                        Keesokan harinya Odive memberanikan diri keluar dari apartemen untuk melihat keadaan luar yang hampir 2 tahun ia tidak melihatnya. Odive memakai jilbab hanya untuk menutupi lukanya. Tiba lah sa’atnya ia di operasi. Operasi pun berjalan dengan lancar dan seminggu kemudian perban di wajahnya bisa di bukan. Setelah seminggu perbannya di buka dan ia kembali cantik seperti dulu tanpa ada luka sedikitpun. Odive sering menerima telfon dari Arif atau Dr. Stark yang menanyakan Olive. Odive selalu memberi alasan bahwa Olive terkena radang tenggorokkan yang parah sehingga harus dirawat di Rumah Sakit. Setelah itu, Odive berinisiatif ingin menjadi Olive. Akhir nya ia mencobanya. Ia mulai masuk kerja menjadi asisten Dr. Stark. Setiap pulang kerja ia juga dijemput oleh Arif.

                        Lama kelama’an rahasia Odive pun terungkap juga. Malam hari ketika ia pulang dari kerjanya di antarkan oleh arif. Setibanya di apartemen Odive heran karena pintu apartemennya itu tidak di kunci. Padahal ia ingat tadi pagi sudah ia kunci rapat. Odive mengira ada pencuri yang masuk, tetapi keadaan di dalam apartemennya sama sekali tidak berantakan. Ia terkejut, mayat Olive di kamar mandi tidak ada. Odive menuduh Mr. Byrne yang melakukannya. Ia segera pergi kerumah Mr. Byrne. Ternyata Mr. Byrne tidak tau apa-apa. Odive masih bingung. Ia pulang ke apartemen. Ia ingin menelfon polisi tetapi ia takut. Sesampainya di apartemen, Charles mengagetkannya. Charles mengatakan ada seseorang yang masuk ke kamarnya. Charles menyampaikan ciri-ciri orang tersebut dan juga mau memperlihatkan foto orang itu. Sementara Charles mencuci foto  yang akan di perlihatkan ke Odive, Odive melihat majalah yang ada foto Olive. Lama-kelamaan Odive mencium bau formalin. Ia curiga dengan Charles. Bau itu semakin menyengat, Odive masuk ke kamar mandi dan ia menemukan mayat Olive yang di letakkan di bath tub. Tidak lama kemudian Charles sudah berada di belakang Odive. Ternyata itu akal-akalan Charles yang ingin membunuh Odive. Lalu Charles segera menyambarkan pisaunya ke Odive. Odive menghindar. Akhirnya Odive terjebak dan tidak bisa keluar dari ruangan itu. Tidak lama kemudian polisi datang dengan Arif, tetapi Charles tidak menghiraukan. Charles malah ingin langsung membunuh Odive. Akhirnya polisi pun menembakan peluru ke jantung Charles dan ia mati seketika. Tetapi Charles juga berhasil menggoreskan pisaunya ke pipi Odive.

                                    Odive di penjara selama 2 tahun. Di sel, ia memiliki teman yang sangat baik, awalnya ia mengira teman satu selnya itu jahat seperti tampang mereka. Ternyata itu tidak benar. Mereka sangat baik dengan Odive. Suatu hari, Odive terkejut karena ada yang ingin mengunjunginya. Pikir Odive, ternyata masih ada yang peduli denganku. Tapi siapa??? . Ternyata itu Arif. Odive berbicara dengan Arif, Arif juga membawakan buku-buku tentang Islam untuk Odive. Odive mengatakan pada Arif kalau ia ingin belajar tentang Islam. Jam besuk sudah habis. Odive masuk kembali kedalam sel nya. Setelah lama, Odive akhirnya selesai menjalani hukuman. Tetapi ia sedih karena harus meninggalkan teman-temannya satu sel. Semua orang yang berada di dalam sel menatap Odive, mereka juga ingin seperti Odive yang bisa keluar dari jerji besi yang sangat mengurung mereka. Odive keluar dengan perasaan senang bercampur sedih. Ia langsung di sambut oleh Arif, Dr. Stark dan juga teman-temannya di Islamic centre. Mereka naik mobil untuk mengantarkan Odive ke tempat pemakaman Olive.

                        Hari sudah menjelang malam, di sertai dengan hujan yang deras sampai jalan pun tidak terlihat karena tertutupi oleh kabut tebal. Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti sebentar di cafe. Odive terkejut ketika Arif ingin menikah dengannya. Arif mengatakan bahwa permintaanya ini tulus demi Allah. Odive pun tak bisa menolaknya. Ia berkata dalam hatinya “Allah Maha Besar. Aku menerimanya. Demi Allah ! . Odive pun masuk Islam dan ia menikah dnegan Arif. Tidak lama kemudian Odive melahirkan dua bayi laki-laki yang sehat dan di beri nama Rizki dan Rizka. Mereka berdua sangat bersyukur diberikan anak kembar yang merupakan anugerah bagi mereka. Alhamdulillah !

7 komentar:

  1. mantaf gan,, thank infonya,, wad ngerjain tugas sekolah nehh,, hehe

    BalasHapus
  2. kunballl ea ea ea ==>>>> http://haroendzt.heck.in/

    BalasHapus
  3. Terima kasih banyak, sangat membantu banget buat ngerjain pr.. :v

    BalasHapus
  4. terima kasih banyak, tugas terbantu :D

    BalasHapus
  5. sangat terbantu sekali buat tugas:v

    BalasHapus